Mengapa Semut Antariksa Muncul di Dunia Maya?

Blog ini ada sebagai wadah, sebagai alat, sebagai medium, bagi seorang Refa Oktoyarda untuk melakukan pengembangan diri. Seorang Refa Oktoyarda adalah seonggok makhluk Tuhan dengan kemalasan yang begitu luar biasa, terutama dalam hal membaca dan menulis. Mungkin, jika suatu saat diselenggarakan lomba dalam hal siapa yang paling malas di dunia dan akhirat, boleh jadi saudara Refa Oktoyarda inilah jawara utamanya.

Namun, ia tahu bahwa bermalas-malasan bukanlah hal yang patut dipelihara, apalagi dibanggakan. Ditambah lagi, sekian petang yang lampau ia baru saja menemukan inspirasi mengenai hendak jadi apa dirinya itu di masa depan. Keinginannya di masa depan tidak macam-macam, karena ya memang cuma satu macam. Simpel tapi bermakna, singkat namun padat. Berkatalah ia pada dirinya sendiri bahwa:
Aku ingin menjadi Ilmuwan. 



"Sebuah hil yang mustahal seseorang yang malas menulis dan membaca dapat menjadi seorang ilmuwan atau akademisi yang hebat!" pikirnya.


Ia pun merenung bagaimana ihwal kemalasan ini bisa dibumihanguskan dari dalam dirinya. Ia merenung dalam-dalam, sedalam timeline pada aplikasi LINE yang tak pernah habis di scroll ke bawah berapa kalipun. Ia merenung terus menurus, sampai akhirnya mencapai titik terdalam dari perenungannya itu. dan di titik terdalam perenungannya itulah akhirnya ia berfikir mungkin yang perlu ia lakukan adalah berkarya dalam wadah yang tepat bagi dirinya. Dari sekian banyak media yang dapat digunakan untuk berkarya, Refa Oktoyarda menjatuhkan pilihannya pada media blog ini. Dari situlah awal mula ide membuat blog ini muncul. Sekitar 5 hari setelah ide itu muncul, iapun berhasil membuat suatu langkah besar dengan menciptakan blog pribadinya yang berjudul "Semut Antariksa" ini. Dengan blog berjudul "Semut Antariksa" inilah ia hendak melatih dirinya untuk menjadi lebih produktif, terutama dalam hal menulis dan membaca. diharapkan wadah ini menjadi media yang tepat bagi diri seorang Refa Oktoyarda untuk berkembang menjadi orang yang lebih mencintai dunia baca membaca dan tulis menulis. Ya tidak harus langsung mengubah secara radikal, boleh pelan-pelan tapi pasti, yang penting berproses menuju pribadi yang lebih baik.

Komentar